Revolusi Industri 4.0 dan Ancaman Cybercrime

Pengertian Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 merupakan upaya transformasi yang mengintegrasikan dunia online, yang dimana internet adalah penopang utama agar semua proses produksi berjalan dengan lancar. Hal ini berkembang dan melahirkan beragram inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan Internet Of Things. Pada teknologi tersebut menghasilkan Cloud Computing dan Big Data. Melalui perkembangan teknologi inforamasi, setiap perangkat terhubung ke jaringan computer atau internet dengan mudah.

Ancaman Revolusi Industri 4.0

Berdasarkan laporan data ITU (Internetional Telecommunication Union) menunjukan tren pengguna internet di dunia naik secara signifikan mencapai 5.3miliar orang di tahun 2022. Hal ini berarti 66% populasi dunia sudah menggunakan internet untuk berbagai keperluan dan bisnis. Peningkatan jumlah pengguna internet di seluruh dunia tidak terlepas dari peningkatan jumlah ancaman dan serangan siber. Di Indonesia, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) melaporkan di tahun 2018 terdapat 12juta serangan siber. Pada tahun 2019 kasus serangan siber melonjak 98juta serangan, yang selanjutnya pada tahun 2020 kasus serangan siber turun menjadi 74juta serangan.

Solusi kongkrit untuk mengurangi atau meminimalisir kejahatan siber yaitu dengan memberikan atensi terhadap manajemen keamanan siber (Cyber Security). Cyber Security merupakan perlindungan yang dibutuhkan dari berbagai pihak baik untuk, perorangan, perusahaan, ataupun organisasi pemerintahan untuk melindungi dan mencegah penyelahgunaan akses dalam sistem teknologi informasi dari pihak yang tidak memiliki hak akses maupun memanfaatkan data di dalam sistem tersebut.

Apa itu Cyber Security?

Cyber security berasal dari dua kata dalam bahasa inggris yaitu Cyber yang berarti dunia maya atau inetrnet, dan security yang memiliki arti sebagai keamanan. Secara istilah cyber security merupakan aktifitas perlindungan terhadap sistem yang terhubung ke internet, baik perangkat keras, perangkat lunak, hingga sistem informasi.

Sedangkan, menurut ISO/IEC 27032:2012 Information technology – Security techniques – Guidelines for Cyber Security merupakan upaya yang dilakukan dalam menjaga kerahasiaan (Confidentiality), Integritas (Integrity), dan ketersediaan (Availability) dari informasi cyber space, merujuk pada lingkungan yang merupakan hasil dari interaksi antar manusia, perangkat lunak, dan layanan internet dengan dukungan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang tersebar di seluruh dunia.

Ancaman Cyber Security :

Ancaman dan serangan siber tidak hanya ada di dunia nyata langsung menyentuh diri kita, melainkan aktifitas saling menyerang di cyber space. Mereka mampu menganalisa dan memanfaatkan berbagai celah untuk memasuki sistem komputer secara ilegal dan melakukan pengerusakan data dengan berbagai modus. Adapun jenis ancaman siber berdasarkan modus operasi, yaitu:

  1. Cyber Crime
    Para pelaku cyber crime tentu adalah orang yang sudah menguasai berbagai teknik peretasan atau hacking, aksi yang dilakukan dari berbagai tempat berbeda dan waktu yang bersamaan. Contoh ancaman yang terjadi pada saat ini, Pencurian Identitas (Identity Theft), Penipuan/pembobolan kartu kredit (Carding). Memata-matai target tertentu (cyber espionage), dan berbagai jenis ancaman lainnya.
  2. Cyber Warfare
    Merupakan perkembangan dari cyber attack dan cyber crime, dan dapat diartikan sebagai perang dalam cyber space. Media utama yang digunakan adalah computer dan internet dengan target serangan cyber space yang dikuasai oleh suatu negara.
  3. Cyber Terrorism
    Yaitu aktivitas sejumlah jaringan atau kelompok teroris dengan tujuan untuk mengganggu keamanan sosial, politik, dan ekonomi suatu negara dengan memanfaatkan kekuatan teknologi internet.

Setiap kejahatan di dunia teknologi informasi tentu saja mengakibatkan kerugian bagi korbannya. Kerugian yang disebabkan sangat besar. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu Indonesia dihebohkan dengan pemilik akun twitter dengan nama “Bjorka” yang berhasil membobol, mencuri data dari pemerintah, dan menjualnya di pasar gelap. Hal ini sangat merugikan masyarakat Indonesia khususnya menjadi korban pencurian data.

Mulai dari sekarang sebagai individu, instansi perusahaan, dan instansi pemerintah perlu memberikan proteksi terhadap sistem jaringan informasi, agar terhindar dari serangan siber. Jika hal tersebut sulit dilakukan, Noosc hadir sebagai konsultan jasa keamanan cyber untuk melindungi sistem jaringan informasi dari gangguan dan ancaman. Selanjutnya klik disini.

Top 10 Trend In Cyber Security’s Platforms for 2024

7 Jenis Cybercrime yang sering terjadi

Simak! 7 Jenis Cybercrime yang Terjadi di Indonesia

Defending Against the Five Stages of a Ransomware Attack